Berbekal KTP Bisa Dapat Rp600 Ribu

Guna meringkankan beban masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19, Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal akan menyalurkan bantuan langsung tunai atau BLT dana desa senilai Rp.600 ribu.

Namun, tidak semua orang dapat menerima bantuan ini. Ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi, antara lain: (1) calon penerima BLT sudah masuk dalam pendataan RT/RB; (2) mereka yang kehilangan mata pencaharian ditengah wabah virus corona; (3) tidak terdaftar sebagai penerima bantuan pemerintah pusat (Program Keluarga Harapan (PKH), Paket Sembako, Kartu Sembako, Kartu Pekerja, dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT)).

Apabila seseorang tidak masuk dalam tiga kategori tadi, maka dia berhak mendapat BLT dana desa. Caranya sangat mudah karena hanya menggunakan Kartu Tanda Penduduk atau KTP. Jika tidak memilikinya, dapat mendatangi RT/RW setempat guna didata. Dan, selama terdata harus berdomisili di desa setempat hingga bantuan diterima. Bantuan dapat berupa uang tunai dan dapat pula di transfer ke rekening bank penerima BLT dana desa.

Cibiru Wetan, Desa Pertama Penyalur BLT di Kabupaten Bandung

Cibiru Wetan merupakan salah satu desa yang telah menerima bantuan dari Provinsi Jawa Barat dan Kabupaten Bandung. Bantuan dari Pemerintah Daerah Kabupaten Bandung terdiri atas dua tahap guna diberikan kepada keluarga-keluarga yang terdampak wabah virus corona (Covid-19). Setiap keluarga menerima 10 kg beras, 2 kg gula pasir, dan 2 liter minyak goreng.

Bagi keluarga yang belum mendapat bantuan karena belum terdata, pihak desa telah menyalurkan bantuan lain berupa uang tunai (Bantuan langsung Tunai) yang bersumber dari Dana Desa (DD) kepada sejumlah 190 Kepala Keluarga (KK) sebesar RP. 600 ribu per KK.

Sebelum memberikan bantuan, pihak desa telah melakukan sosialisasi melalui media sosial. Tujuannya adalah agar bantuan tidak pecah untuk warga yang tidak kebagian. Selain itu, melalui mendia sosial pula desa menganjurkan agar warga masyarakat melalukan gerakan sabilulungan dalam pembagian beras.

Rooney Marah Dihadiahi Sebuah Jam

Bila seseorang dihadiahi sesuatu oleh orang lain sebagai tanda persahabatan, kasih sayang, atau lainnya tentu akan sangat bahagia. Namun, hal itu tidak terjadi pada Wayne Rooney. Pesepak bola Inggris ini malah marah dihadiahi jam tangan oleh temannya sebagai kado ulang tahunnya yang ke-35.

Rooney sebenarnya marah bukan karena “kadonya” hanya jam tangan, melainkan karena si pemberi, Josh Bardsley, adalah orang dalam pengawasan (ODP) virus corona. Bardsley yang sedang menunggu hasil tes Covid-19 nekat datang ke rumah Rooney tanpa memberitahukan keadaan kesehatannya. Dia tidak mengindahkan protokol kesehatan Inggris yang mengharuskan seseorang menjalani karatina selama 14 hari apabila telah menjalin kontak dengan pasien covid-19.

Walhasil, setelah Bardsley dinyatakan positif Covid-19, Rooney dan keluarganya pun otomatis menjadi orang dalam pengawasan (ODP). Padahal, setelah pertemuan dengan Bardly dia lalu memperkuat Derby County contra Watford. Oleh karena itu, seluruh pemain Derby County dan Watford harus menjalani tes sebagai protokol guna mencegah penyebaran virus lebih meluas.

Foto: https://www.liputan6.com/bola/read/4194395/derby-vs-mu-solskjaer-sebut-wayne-rooney-anjing-tua-yang-ingin-bertarung

Bibika

Bibika adalah sejenis kue tradisional bertekstur lembut, legit, dan manis. Kue yang sekali makan dapat mengenyangkan ini diproduksi oleh warga masyarakat yang berada di Kampung Cibiru, Desa Cihanyir, Kecamatan Cikancung, Kabupaten Bandung. Oleh karena telah ada sejak sekitar tahun 1965, kue bibika dijadikan sebagai ikon Kampung Cibiru yang sekaligus ditetapkan Pemerintah Kabupaten Bandung sebagai kampung destinasi wisata kuliner.

Kue bibika berbahan dasar tepung beras yang dicampur dengan gula merah serta santan kelapa. Adapun cara pengolahannya adalah dengan dibakar selama beberapa waktu hingga bagian luarnya kecoklatan. Kue ini dahulu hanya dibuat menjelang hari raya saja. Namun, karena banyak permintaan, bibika sekarang telah diproduksi setiap hari oleh 15 orang warga Kampung Cibiru dalam bentuk kemasan cantik.

Opak Cikondang

Opak adalah istilah orang Sunda bagi kudapan kering renyah menyerupai kerupuk namun berbahan dasar tepung beras ketan atau singkong/sampeu. Opak singkong terbuat dari bahan dasar berupa singkong yang diberi bumbu garam, MSG, dan cabe merah. Sementara opak ketan dibuat dari bahan dasar beras ketan yang diolah sedemikian rupa dengan dua jenis rasa, yaitu asin dan manis (opak bereum).

Khusus untuk daerah Cikondang pembuatan opak dibuat dengan ukuran relatif besar (lebih besar dari sebuah piring makan). Cara membuatnya pun tidak dilakukan secara sembarangan karena opak hanya disajikan pada saat ada upacara adat wuku taun ataup mapag taun. Ada aturan tertentu bagi kaum perempuan sebelum proses pembuatan opak, yaitu harus bersih hati maupun fisik dengan cara berwudlu. Selain itu, selama bekerja mereka tidak diperkenankan mengucapkan kata-kata kotor atau menggunjingkan orang lain.

Opak buatan Kampung Cikondang terbuat dari bahan dasar berupa tepung beras ketan. Setelah dibumbui tepung tersebut dikeueum atau rendam semalam agar rasanya menyatu. Selanjutnya, adonan hasil keeueman dikukus lalu ditumbuk hingga kenyal. Bila telah lunak dan kenyal adonan diiris atau dicetak bulat tipis lalu dikeringkan. Dan setelah kering barulah dipanggang hingga renyah lalu di sajikan.

Sebegai catatan, apabila disajikan sebagai hidangan dalam upacara Wuku Taun, opak tidak boleh langsung dicicipi. Opak yang dicicipi sebelum diperkenankan oleh penyelenggara upacara adalah pantang karena dianggap sama dengan memberi makanan basi.

Foto: http://cemilan-rakyat.blogspot.com/2016/05/resep-membuat-opak-ketan-khas-sunda.html

Valentino Rossi Dinyatakan Positif Covid-19


Pebalap kawakan yang sampai saat ini masih aktif di ajang balap motor Valentino Rossi terpaksa harus absen di MotoGP Aragon 2020 setelah dinyatakan positif Covid-19. Hal ini terjadi setelah Rossi mengalami demam ringan pada Kamis (15/10/20) dan setelah menjalani dua kali ternyata dirinya dinyatakan positif virus Corona.

Pihak Yamaha Motor Racing tempat Rossi bernaung dalam situs resminya membeberkan bagaimana pebalap berjuluk The Doctor ini terpapar Covid-19 setelah meninggalkan sirkuit Le Mans yang berlangsung akhir pekan lalu. Menurut keterangan mereka, setelah meninggalkan Le Mans Rossi langsung menuju rumahnya di Tavullia, Italia pada Minggu 11 Oktober. Berselang dua hari Rossi menjalani tes PCR (Polymerase Chain Reaction) dengan hasil negatif.

Hari Rabu (14/10/20) Rossi melakukan aktivitas seperti biasanya yaitu berlatih di rumah tanpa merasakan gejala apapun. Baru pada hari berikutnya (Kamis), ketiba bangun dia merasa demam dan memanggil dokter untuk memeriksanya. Oleh dokter, Rossi di tes PCR lagi sejumlah dua kali. Tes pertama memunculkan hasil negatif, sedangkan tes kedua hasilnya positif. Saat ini, kondisi Rossi dimonitor secara intensf oleh tim medis Tavullia.

Foto: https://sports.okezone.com/read/2020/10/16/38/2294700/kesialan-valentino-rossi-di-motogp-2020-dibuang-yamaha-hampir-mati-kini-covid-19

Seni Reog

Reog adalah sebuah kesenian yang merupakan perkembangan dari kesenian Ogel. Jadi, dalam pementasannya sebagian besar relatif sama dengan ogel, yaitu lawakan yang diselingi oleh nyanyian serta gerakan-gerakan lucu dari pemainnya. Perbedaannya hanya dalam beberapa hal seperti: (1) dipentaskan sore hari; dan (2) tidak menggunakan motif pukulan ngaleunggeuh (isyarat awal pertunjukan), ngarajah (pengantar permohonan kepada Tuhan Yang Maha Esa), kempringan (pengiring lagu), dengdengtung (pengiring gerak langkah kaki), tabeuh jalan (pengiring pemain saat berkeliling), tabeuh saliwat (pengiring atraksi humor), ngabendrong (iringan penutup pertunjukan)..

Motif pukulan tadi dihasilkan oleh waditra yang dahulu terdiri atas: kendang (membranophone terbuat dari kayu dan kulit), goong buyung, saron barung, rebeb, kulanter, serta angklung. Namun, seiring perkembangan waktu, ada penambahan waditra lain berupa dogdog (membranophone berwangkis satu muka terbuat dari kayu nangka dan kulit kerbau/biri-biri/kambing berfungsi pengatur irama lagu), goong besar dan kecil, tarompet (aerophone dari kayu yang memiliki tujuh lubang nada), dan kecrek.

Oleh karena banyak melibatkan pemain dan nayaga pemegang waditra, sebuah grup reog umumnya berjumlah empat belas orang. Mereka bermain dalam dua babak. Babak pertama berdurasi sekitar 2,5 jam dengan komposisi empat orang pemain, lima orang nayaga, dan seorang cadangan. Sementara babak kedua diisi oleh empat orang sisanya. Sebagai catatan, hingga sekarang para pemain dan nayaga reog harus mematuhi sebuah pantangan untuk tidak “main” perempuan agar karier mereka tidak hancur.

Selain pantangan, ada pula sebuah aturan yang harus dilaksanakan sebelum memulai pertunjukan, yaitu ngukus atau membakar kemenyan dengan perlengkapan berupa sesajen untuk leluhur yang terdiri atas: kopi pahit, rujak, bebungaan, dan cerutu. Adapun tujuannya adalah agar selama pertunjukan berlangsung tidak mendapat gangguan, terutama dari makhluk gaib.

Archive