Memodifikasi tubuh oleh sebagian kebudayaan di dunia mempunyai makna-makna tertentu. Ia tidak hanya berfungsi sebagai estetika semata, melainkan juga sebagai simbol status. Salah satu bentuk modifikasi tubuh yang cukup ekstrim adalah mengerucutkan atau melonjongkan kepala. Praktik yang telah menjadi sebuah tradisi ini ada di beberapa suku bangsa,...
Showing posts with label Culture And Society. Show all posts
Showing posts with label Culture And Society. Show all posts
Mudun Lemah, Peringatan Tujuh Bulan Kelahiran Bayi
Bagi masyarakat Jawa, setiap tahap dalam siklus kehidupan manusia haruslah diupacarai. Adapun tujuannya adalah agar mendapat keselamatan. Salah satu dari upacara itu adalah mudun lemah bagi bayi yang menginjak usia tujuh bulan. Upacara yang ada pada masyarakat Surabaya ini di Jawa Tengah umum disebut sebagai tedak siten. Sebagai sebuah upacara, Mudun...
Tradisi Rasulan di Gunungkidul
Di kalangan masyarakat Kalurahan Nglindur, Kapanewon Girisubo, Gunungkidul, Yogyakarta ada sebuah tradisi yang dinamakan sebagai rasulan. Tradisi yang biasanya dibarengai dengan buang sukerto ini merupakan sebuah bentuk ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa menjelang musim panen tiba serta membuang hal-hal negatif agar terhindar dari penyakit...
Tari Tidi Lo Polopalo
Tidi Lo Polopalo adalah sebuah tarian khas Gorontalo yang khusus dipertunjukkan pada saat ada upacara perkawinan. Tarian ini dilakukan oleh pengantin perempuan sebagai simbol seorang putri bangsawan yang tinggal di istana. Tari Tidi La Polopalo awalnya adalah tarian khusus bagi keluarga istana dan dipertunjukkan di lingkungan istana. Ia konon diciptakan...
Kediaman Pangeran Ami
Pangeran Ami mempunyai banyak nama, yaitu: Syamsudin (nama aslinya), Moh. Jakfar Sadik, dan Pangeran Suryo Amijoyo yang kemudian disingkat menjadi “Pangeran Ami”. Tempat kediamannya yang berada di Jln. Pujangga (Sumenep) merupakan salah satu bangunan kepangeranan yang ada di Kabupaten Sumenep. Pada masa hidupnya pernah menjabat sebagai sekretaris...
Rebana di Kabupaten Sumenep
Rebana adalah salah satu jenis kesenian yang ada di kalangan masyarakat Sumenep. Kesenian ini bernafaskan Islam. Ada beberapa nama yang berkenaan dengan kesenian ini, yaitu hadrah dan kratangan. Selaras dengan nafasnya yang Islami, maka kesenian ini berkembang bersamaan atau setelah agama Islam masuk ke tanah Madura. Kesenian ini pada awalnya ditampilkan...
Jedor
Jedor adalah salah musik tradisonal orang Madura (Pamekasan). Seni-musik ini sering disebut juga sebagai tanjedor karena dalam musik tersebut ada sebuah alat.yang menyerupai bedug mesjid yang berukuran kecil (garis tengahnya kurang lebih 60 centimeter). Seperti halnya rebana, kesenian ini juga bernafaskan Islam (sering digunakan untuk mengiringi pembacaan...
Gerbang Lobang Mesem
Gerbang Lobang Mesem adalah bagian dari kompleks keraton Sumenep yang fungsinya sebagai pintu masuk utama keraton yang bersangkutan. Gerbang yang bangunannya sangat kokoh ini bentuk gawang pintunya menyerupai lubang (bagian atasnya melingkar).Gerbang ini dilengkapi dengan banguna bertingat tiga (semakin ke atas semakin kecil). Beberapa ciri-ciri yang...
Hari Jadi Kabupaten Sumenep
Hari jadi Kabupaten Sumenep sangat erat kaitannya dengan Arya Wiraraja karena ia adalah adipati Sumenep yang pertama. Artinya, sebelumnya tidak ada penguasa lokal yang bergelar adipati. Ketika itu Sumenep berada di bawah kekuasaan Singosari. Raja Singosari (Raja Kertanegara) inilah yang kemudian melantik Arya Wiraraja sebagai Adipati Sumenep. Oleh...
Asta K. Pekke
K. Pekke adalah putera K. Hatib Bangil yang berasal dari Dusun Parongpong, Desa Kecer, Kecamatan Dasuk yang masih keturunan Mandaraga dan keturunan Pangeran Katandur yang dikenal sebagai cucu Sunan Kudus. Selain itu, K. Pekke adalah paman dan sekaligus guru Bendara Moh. Saud. Moh Saud itu sendiri adalah raja Sumenep yang memerintah dari tahun 1750—1762....
Asta Jokotole
Jokotole adalah satu satu adipati Sumenep. Nama lain dari tokoh ini adalah Secodiningrat III. Konon, pada waktu sakit parah ia dibawa pulang dari Keraton Lapataman ke rumah puteranya yang berada di Desa Parsanga, Kecamatan Kota Sumenep. Sebelum wafat ia berwasiat bahwa jika katel (keranda jenazah) yang terbuat dari batang bambu patah (di mana saja),...
Lukisan Berumur 45.500 Tahun Ditemukan di Sulawesi
Lukisan berbentuk hewan berupa babi liar ditemukan ditemukan dalam sebuah gua di daerah perbukitan terpencil Sulawesi Selatan. Lukisan dengan ukuran sebenarnya itu dilukis dengan pigmen merah tua yang terbuat dari tanah liat.Menurut Maxime Aubert yang dikutip bbc.com yang mengidentifikasi melalui endapat kalsit pada permukaan lukisan dan penanggalan...
Asal-Usul Nyai Nurima
(Cerita Rakyat Daerah Madura)Raden Natapraja alias Pangeran Bukabu mempunyai tiga orang putera, yaitu: R. Andasmana alias K. Rawan, R. Astamana, dan Dewi Retna Sari. Astamana, setelah menikah, dikaruniai dua orang putera, yaitu K. Abdullah dan Ali Talang Parongpong. K. Ali Talang Parongpong mempunyai putera yang bernama K. Hatib Bangil Paorongpong....
Asal Usul Dewi Asri
(Cerita Rakyat Madura)Konon, Adipati Sumenep yang pertama (Arya Wiraraja) berasal dari Desa Karang Nangka, Kecamatan Rubaru, Kabupeten Sumenep. Adipati tersebut akhirnya menyerahkan kekuasaannya kepada adiknya yang bernama Arya Bangah dengan gelar “Arya Wiraraja II”. Ia mempunyai putera yang bernama Arya Lembu Suranggana Danurwenda yang kemudian menggantikan...
Kabupaten Sumenep
Sumenep adalah sebuah kabupaten yang secara administratif termasuk dalam wilayah Jawa Timur. Kabupaten yang secara astronomis terletak diantara 113°32¢54” -- 116°16¢48” BT dan 4°55¢--7°24¢ LS terdiri atas daratan dan kepulauan. Wilayah daratannya yang merupakan sebagian dari Pulau Madura luasnya mencapai 1.147,24 km persegi (57,40% dari luas kabupaten)....
Benteng Sumenep
Benteng Sumenep atau Benteng Belanda dibangun pada tahun 1785. Benteng yang tinggi temboknya mencapai 3 meter ini berdiri di atas tanah seluas 15.000 meter pesrsegi (panjang 150 meter dan lebar 100 meter) dengan ketebalan tembok 5 meter. Benteng ini dilengkapi dengan asrama untuk 25—30 tentara. Mereka dibawah pimpinan seorang letnan. Di setiap sudut...
Asal Mula Kata Sumenep
Salah satu tradisi lisan yang ada di kalangan masyarakat Sumenep adalah asal mula kata “Sumenep”. Kata tersebut berasal dari kata “Songennep”. Songennep itu sendiri sebenarnya istilah yang terdiri atas dua kata, yaitu “Song” dan “Ennep”. Song berarti: relung, geronggang, sejuk, rindang, payung, cekungan. Sedangkan, ennep berarti mengendap, tenang....
Adat Mapar di Madura
Mapar adalah suatu kegiatan merapikan (meratakan gigi). Kegiatan ini disamping bertujuan agar gigi tampak rapi dan menarik, tetapi yang tidak kalah pentingnya adalah untuk membuang sangkal (kesialan). Oleh karena itu, seorang gadis yang akan memasuki jenjang perkawinan giginya di-mapar (diratakan). Mengingat bahwa kegiatan mapar ada unsur magisnya,...
Kerapan Sapi
Kerapan sapi sangat erat kaitannya dengan seprang penyebar agama Islam di daerah Madura, yaitu Syeh Ahmad Baidawi. Sambil menyebarkan agama, Beliau mengajarkan cara bercocok tanam (membalik tanah) dengan menggunakan sepasang bambu (Nanggala atau Salaga) yang ditarik oleh dua ekor sapi. Oleh karena itu, Beliau diberi gelar “Pangeran Katandur”. Kerapan...
Masjid Agung Sumenep
Masjid Agung Sumenep dibangun pada masa pemerintahan Panembahan Sumolo. Pembangunannya memerlukan waktu sekitar 8 tahun, dimulai dari tahun 1779 dan selesai tahun 1787. Sejak berdiri hingga sekarang masjid tersebut tetap menjadi anutan dalam pengembangan syiar Islam di Kabupaten Sumenep. Masjid yang memiliki arsitektur yang indah dan khas (memiliki...